Aceh Timur - Camat Julok, Adnan, S.Ag berharap para Keuchik (kepala desa) dan insan media bisa membuka ruang supaya informasi desa bisa disampaikan ke publik.
"Keterbukaan infomasi publik mulai termuka. Selama ini banyak hal yang telah kita lakukan di desa namun tidak dipublikasi," ujar Adnan pada acara Fucus Group Discussion (FGD) di salah satu kafe di Kecamatan Julok, Aceh Timur, Kamis (20/3).
Kegiatan bertemakan “Sinergisitas Insan pers Aceh Timur dengan Pemerintah Gampong“ dihadiri seluruh Keuchik (kepala desa), muspika, dan wartawan yang bertugas di Julok.
"Publikasi desa Sangat diperlukan. Akses informasi publik ini terkait pengelolaan dan pembangunan di tingkat gampong (desa)," tuturnya.
Tambahnya, program ini menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan desa yang berorientasi pada partisipasi masyarakat.
Sementara Kapolsek Julok, AKP Rudi Ristanto pada kesempatan itu menuturkan, dirinya sangat berharap agar kepala desa harus transparan menggunakan anggaran desa.
"Seminimal mungkin penyimpangan dana desa dihindari. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan. Kedepan dalam menggunakan anggaran lebih hati hati," harap Kapolsek.
Kapolsek berharap, tidak ada keuchik masuk penjara akibat salah perguanakan anggaran desa.
Ketua Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT), Seni Hendri, SH yang menjadi pemateri dalam kegiatan itu menuturkan, pentingnya keterbukaan informasi publik.
"Kita juga menjelaskan tugas dan peran pers sesuai UU Pers, kemudian amanat Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan UU desa Tentang pentingnya keterbukaan informasi publik," kata Senin Hendri. (bsi)